
HIKMAH RAMADAN
[DAY 7]
KEJUJURAN
Kita sepakat bahwa puasa adalah ritual yang sangat privat. Ritual yang tidak diketahui orang lain. Ritual yang hanya diketahui oleh Allah dan orang yang bersangkutan saja.
Seseorang bisa saja menunjukkan muka letih dan badan lesu di Senin pagi setelah melahap sajian lezat. Supaya orang menyangka bahwa dia sedang berpuasa.
Satu orang lagi, mungkin tampak begitu bersemangat. Sehingga sama sekali tidak tampak, bahwa dia sedang berpuasa. Benar-benar hanya dia dan Allah saja yang tahu, bahwa dia sedang berpuasa.
Tidak akan ada orang yang tahu jika seseorang dengan sengaja menelan beberapa tetes air saat berkumur, atau bahkan dengan sengaja meminum segelas air saat menjalankan puasa.
Benar-benar ibadah yang hanya diketahui oleh orang yang bersangkutan saja. Tentu juga Allah. Di situ kita dilatih. Untuk bersikap jujur. Melakukan sesuatu dengan benar. Tanpa diawasi orang lain.
Artinya, salah satu pendidikan yang hendak diberikan dengan puasa adalah tentang kejujuran. Tentu karena dalam Islam, perilaku jujur itu sangat penting.
Bagi seorang muslim, kejujuran adalah salah satu etika yang sangat penting. Menjadi tolok ukur dalam banyak hal. Terutama menjadi penilaian bagi seseorang. Apakah layak diberi amanah atau tidak.
Dalam konteks kehidupan sosial, sikap dan perilaku jujur juga sangat penting. Sebuah negara akan kacau kalau para pemegang amanah tidak jujur. Rumah tangga juga akan kacau, jika tidak saling jujur. Begitu misalnya.
Dewasa ini, kepercayaan adalah fondasi penting untuk banyak hal. Terutama bagi sendi-sendi kehidupan publik. Kita tidak bisa bayangkan. Betapa kacau kehidupan publik jika orang-orangnya akrab dengan sikap dusta.
Mengapa perlu kejujuran? Kejujuran akan menghasilkan kepercayaan. Nabi adalah pribadi yang sangat jujur. Bahkan beliau dipercaya bukan hanya oleh kalangan sahabat yang membelanya. Tapi juga oleh kalangan yang memusuhi.
Di dalam catatan sejarah, dari beliau kecil hingga wafat, kejujuran beliau punya peran yang sangat penting. Terutama dalam membangun komunitas Islam. Sehingga, Islam yang awalnya hanya kelompok kecil dan minoritas, bisa berkembang dan kuat.
Di dalam Islam, perintah untuk jujur, atau tidak berdusta adalah hal yang sangat ditekankan. Karena dusta adalah pangkal dari kejahatan. Jujur bukan hanya dalam perkataan. Tapi juga dalam sikap, perilaku, pemikiran, cara melakukan pekerjaan, dan seterusnya.
Dengan saling menjunjung tinggi kejujuran, orang bisa saling percaya. Dan kepercayaan adalah hal penting untuk dirawat. Sekali cidera, tidak akan bisa pulih seperti semula. Sebagaimana gelas yang pecah. Meski diperbaiki dengan sangat rapi, tidak akan kembali seperti semula.
Kejujuran adalah etika yang sangat penting. Dari kejujuran akan muncul kepercayaan, di mana kepercayaan adalah hal penting bagi sendi-sendi kehidupan publik dewasa ini. Dan salah satu yang hendak didulang dengan puasa adalah sikap jujur dan perilaku tanpa dusta itu. []
Catatan Ramadan M. Khusnul Khuluq, 2021.
