Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Written by radik on . Hits: 757

mutiara ramadhan

HIKMAH RAMADAN

[DAY 8]

TADARUS

Salah satu tradisi kita di bulan Ramadan adalah membaca al-Quran. Atau sering disebut tadarus. Bisa dilakukan bersama-sama, atau sendiri-sendiri.

Saya belum mempelajari secara saksama mengapa tradisi ini menguat di kalangan Muslim nusantara. Dan mengapa hanya di bulan Ramadan. Di luar Ramadan tidak.

Mungkin karena sebagian orang percaya, bahwa amal baik yang dilakukan di bulan Ramadan mendapat pahala berlipat. Sehingga, kesempatan ini harus digunakan dengan baik.

Menggunakan kesempatan baik itu, salah satunya dengan membaca al-Quran. Kesempatan yang jangan sampai lewat. Karena bulan mulia ini hanya datang satu kali dalam setahun.

Banyak orang memasang target. Mulai dari yang penting harus membaca setiap hari, walau hanya satu halaman. Atau satu hari harus selesai satu juz. Atau bahkan satu jilid al-Quran harus selesai dalam beberapa hari.

Soal kecepatan. Tentu juga berbeda-beda. Ada yang sangat cepat. Hingga yang terdengar hanya seperti lalat ribut. Dengan cara membaca seperti ini, mungkin nyaris tidak mengerti apa yang dibaca.

Ada juga yang lebih memperhatikan cara membaca. Dibandingkan kecepatan. Dengan cara membaca model ini, mungkin kita mendapat sekilas gambaran tentang apa yang dibaca.

Itu tradisi yang sangat baik. Tapi, sangat sayang sekali. Jika kitab suci hanya dibaca hurufnya saja. Tanpa memahami apa isinya. Meski sebagian orang percaya, membaca al-Quran tetap akan mendapat pahala tanpa harus mengerti isinya.

Jelas. Kita harus mengerti apa yang kita baca. Terlebih lagi al-Quran. Sebagai buku pedoman, tentu harus dimengerti apa isinya. Bukan hanya dibunyikan hurufnya saja.

Kualitas mengerti juga berbeda-beda. Kita tahu, bahwa al-Quran sering disebut sebagai teks yang memiliki maka yang berlapis-lapis. Semakin dalam kita membaca, akan semakin dalam makna yang ditemukan.

Kembali soal tadarus. Saya lebih sepakat jika tradisi tadarus al-Quran di bulan Ramadan dalam budaya kita itu dikembalikan ke makna asalnya. Yaitu darasa, yang artinya mempelajari, mengkaji, juga meneliti, untuk mendapatkan pelajaran, atau hikmah.

Bukan hanya mempelajari al-Quran. Tapi mempelajari apa saja. Jika pekerjaan itu dilakukan terhadap al-Quran, berarti mempelajari al-Quran secara mendalam. Ini pekerjaan luar biasa.

Kemudian, kata darasa mendapat imbuhan huruf ta di depan dan alif di tengah. Yang artinya, pekerjaan itu dilakukan oleh tidak hanya satu pihak. Ini lebih dahsyat. Karena tadarus al-Quran berarti mendalami al-Quran bersama-sama. Untuk saling melengkapi.

Jadi, pekerjaan ini sifatnya lebih kepada kualitas. Bukan hanya kuantitas. Dengan demikian. Meski hanya mampu sedikit, namun kita benar-benar mempelajari. Agar mendapat pelajaran dari al-Quran. Syukur jika bisa selesai satu jilid.

Singkat kata. Tadarus al-Quran di bulan Ramadan adalah tradisi yang sangat baik. Namun, akan lebih baik, jika tradisi itu dikembalikan ke makna asalnya. Yaitu mempelajari al-Quran bersama-sama secara mendalam. Untuk menemukan hikmah-hikmah, atau pelajaran penting di dalamnya. []

Catatan Ramadan M. Khusnul Khuluq, 2021.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Tulungagung

Jl. Ir. Soekarno - Hatta No. 117
Balerejo - Kauman - Tulungagung

Telp: 0355-336516
Fax: 0355-336121

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.